Wirausaha

Ini dia, Bawang goreng asli Palu, rumit buatnya!!!

img

RKB Telkom Palu-06 Februari 2020

Kota Palu, kota yang dilintasi garis khatulistiwa dengan 3 dimensi alam, membuat tanaman yang ditanam di palu memiliki rasa yang lain dari daerah lain, walaupun tanamannya sama. Sama halnya bawang,walaupun semua daerah memiliki bawang, tapi bawang yang berasala dari Palu memiliki cirri khas tersendiri.

Bawang yang berasal dari palu, ketika digoreng akan memiliki rasa gurih, dan toreh, walaupun tidak menggunakan tepung. Hal iniklah yang membuat bawang goreng Palu terkenal di daerah daerah lain serta menjadi komiti unggulan daerah ini.

walaupun demikian, ternyata dalam membuat bawang goreng ini, tidak semuda membuat bawang goreng pada umumnya. hal ini di utarakan oleh salah satu UMKM kota palu, Ibu Isti Akasia Bawang Goreng.saat bertemu dengan rkb Telkom beberapa waktu lalu.

<!--[if !supportLists]-->1.      <!--[endif]-->Tantangan  pertama adalah mencari petani bawang: sulitnya mendapat pasokan bawang, membuat pengusaha bawang goreng harus mencari bawang ke petani langsung. " jadi memang khas palu ini, ditempat tertentu saja bisa di tanam. Kalau ditempat lain beda rasanya. Makanya baha baku susah.” Ungkap ibu Isti. Hal ini membuat Ia harus pergi membeli ke petani langsung. Jika membeli ke petani, maka pembeli harus membeli seluruh bawang yang ada di kebun petani bawang tersebut. Ibu Isti Telah menghabiskan anggaran sekitar 10 jutaan untuk memborong bawang petani. “yah, karena tidak bisa beli eceran. Harus borongan, satu kebun itu harus kita beli. Biar begitu masihn tetap susah juga dapat stok bawang, karena memang pengusaha bawang berebut.” Tutupnya.

<!--[if !supportLists]-->2.      <!--[endif]-->Tantangan selanjutnya mencari pengiris bawang: setelah berhasil rebutan bahan baku  dengan pengusaha bawang lainnya, maka tantangan kedua adalah mencari karyawan untuk mengiris bawang. “jadi itu juga tantangan, karena biasanya bawangnya kecil-kecil, jadi mau tidak mau juga harus potong kecil-kecil jadi harus kuiat mata” ujarnya.

<!--[if !supportLists]-->3.      <!--[endif]-->Tantangan terakhir dalah menggoreng bawang itu sendiri: Menurutnya, bawang goreng palu tidak boleh terlalu masak, juga tidak boleh terlalu cepat diangkat dari api karena akan mempengaruhi dari rasa bawang goreng itu sendiri. “ jadi memang kalau goreng bawang ini tidak bisa di tinggal, harus diliat terus, kalau warnanya sudah memerah harus diangkat, tapi kalau terlalu cepat diangkat nanti tidak keriuk, kalau terlalu lama nanti gosong.” Lanjutnya berkata.

Tak heran dipasaran bawang goreng palu dijual sedikit lebih mahal di pasar, kadang bisa mencapai 35 ribu per 300 gram. Mengingat tantangan untuk menghasilkan produk ini. Saat ini ukm aqasia bawang goreng, sedang mengajukan diri untuk menjadi salah satu UKM binaan Telkom Witel Sulteng.

Anda Harus masuk untuk bisa berkomentar, siahkan Masuk atau Daftar

Didukung oleh :